Widya Purnama, Mantan Dirut Pertamina Yang Bongkar Mafia Minyak Kali Pertama

Ex Dirut Pertamina Widya Purnama (ITS) meninggal dunia Tgl 18 Agustus 2015, Jam 5, di Mt Elizabeth Singapore. Sejarah mencatatnya sebagai pelopor reformasi di Pertamina.

Dia pernah curhat kepada teman dekatnya pada saat baru masuk Pertamina.
“Djit, begitu masuk, gue periksa.
Ternyata negara impor crude oil dari PT A, B, C. D, E.
Harganya mahal banget, jenis crude-nya ngga pas dengan kilang-kilang kita,
mutu rendah, delivery lama, syarat-syarat pembayaran berat.
Trus gue buka tender sesuai syarat UU dan ISO-ISO.
Juga sekaligus semua barang dan jasa yang dibutuhkan Pertamina setahun ke depan.
Gue umumkan di koran, TV dan Website kita.

Saatnya tender terbuka tiba, gue sediain aula di Kantor Pusat, meja keliling segi-4, komputer lebih dari 100 unit,
gue undang KPK, Kejagung, Polri, pers banyak banget, ICW dan masih banyak lagi.

Sekali tender terbuka itu, gue dapat crude dari PT F, G, H, I, J yang jauh lebih murah, jenis crude yang cocok dengan kilang-kilang kita, mutu sangat tinggi, dellivery jauh lebih cepat,
syarat pembayaran lebih lunak.
Belum lagi semua barang lain yang lebih murah dan bermutu.

Sekali gebrak gitu, lu tau Djit, penghematan negara…?
US$ 16 juta…!!!

Tapi abis gitu gue dipanggil DPR.
Dua hari, Djit, gue dimaki-maki.
Gue jadi bingung Djit, trus gue mesti kerja gimana…?

Ngga taunya, gue motong bisnis banyak raja-raja kecil.

Di balik mereka jendral-jendral, ex mentri-mentri, pimpinan-pimpinan parpol.
Tapi kalo gue ngga ngebrak gitu, gue kan dikejar KPK, Djit…?”

Cerita almarhum Widya Purnama ex Dirut Pertamina kepada salah seorang sahabatnya.

Widya Purnama semasa menjadi Dirut Pertamina, dia lah yang ngotot bahwa Pertamina mampu menjadi operator, tak sekedar bengong.

Juga, di masanya trading Oil & BBM dibenahi.

Akibat sikapnya, dia bersama jajaran direksi lain dipensiunkan.

Semoga dimudahkan jalannya di alam baka.

Aamiin… Aamiin… πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*