Tradisi Memumikan Diri Sendiri Yang Mengerikan di Jepang

Setelah melakukan CT scan, para peneliti dari Meander Medical Center di Belanda menemukan bahwa patung tersebut berisi tubuh seorang biarawan yang mungkin telah melakukan “memumikan diri” untuk mempersiapkan kehidupan setelah kematian.

Proses mati dengan memumikan diri tersebar luas di Jepang dan dilarang pada abad ke-19.

Mumifikasi diri adalah ritual yang melibatkan enam tahun persiapan dan dianggap sakral, dengan hanya bhiksu Buddhis yang biasanya menjalani ritual mengerikan tersebut.

Selama 1.000 hari pertama, para bhiksu mulai berpuasa dan hanya memakan kacang-kacangan, biji-bijian, buah-buahan dan beri. Setelah itu, mereka sering minum teh beracun yang menyebabkan muntah dan kehilangan cairan tubuh dengan cepat.

Pada tahap terakhir, setelah lebih dari enam tahun persiapan yang menyiksa, biksu itu akan mengunci diri mereka di dalam kuburan batu yang ukurannya hampir tidak lebih besar dari tubuh mereka, mereka mulai meditasi sampai mati.

Mereka duduk dalam posisi lotus, posisi yang tidak akan membuat mereka bergerak sampai kematian. Sebuah lubang udara kecil memberikan oksigen ke makam. Setiap hari, biksu itu membunyikan bel untuk memberi tahu dunia luar bahwa dia masih hidup. Ketika bel berhenti berdering, lubang itu ditutup dan kuburan disegel selama periode seribu hari kemudian.

Pada akhir periode ini, kuburan akan dibuka untuk melihat apakah biksu tersebut berhasil membuat mumi dirinya sendiri. Jika jenazah ditemukan dalam keadaan diawetkan, biksu itu dinaikkan statusnya menjadi Buddha dan ditempatkan di kuil tempat dia akan dipuja dan disembah.

Jika mayatnya ternyata membusuk, biksu itu disegel kembali di makamnya dan dihormati karena keshalehan amal ibadahnya, tetapi tidak disembah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*