Sukmawati Lecehkan Nabi Muhammad Dengan Membandingkanya Sama Soekarno

Sukmawati Soekarnoputri kembali dilaporkan terkait dugaan penistaan agama. Kali ini putri mantan Presiden Soekarno itu dilaporkan oleh Koordinator Bela Islam (Korlabi) karena dituding membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Sukarno dalam sebuah forum terbuka.

Sebelumnya, Sukmawati pernah dilaporkan atas dugaan penistaan agama. Saat itu, Sukmawati dilaporkan karena puisi berjudul ‘Ibu Indonesia’ dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018.

Dalam puisi itu, Sukmawati menyebutkan ‘kidung ibu pertiwi Indonesia lebih indah dari alunan azanmu’. Kasusnya telah dihentikan sebelum akhirnya ia menyampaikan permintaan maaf atas puisinya itu.

Dalam kasus terbaru ini, Sukmawati membandingkan Nabi Muhammad dengan Soekarno dalam konteks perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Dalam diskusi itu, awalnya Sukmawati berbicara tentang perjuangan Indonesia merebut kemerdekaan RI dari jajahan Belanda. Kegiatan itu sendiri dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November 2019. Sukmawati kemudian melontarkan pertanyaan kepada forum.

“Sekarang saya mau tanya semua, yang berjuang di abad 20 itu Yang Mulia Nabi Muhammad apa Ir Sukarno, untuk kemerdekaan? Saya minta jawaban, silakan siapa yang mau jawab berdiri, jawab pertanyaan Ibu ini,” tanya Sukmawati seperti dalam video yang viral.

Yah harap dimaklumi, tingkat pendidikan seseorang memang mempengaruhi akal logika dalam membandingkan sesuatu. Sukmawati sendiri tidak lulus SLTA.

Peran jasa Nabi Muhammad dalam perjuangan kemerdekaan jelas besar sekali sampai negara kemudian memberikan Hari Santri. Tanpa semangat jihad islam yang disebarkan Nabi, mustahil negeri ini merdeka.

Resolusi Jihad KH. Hasyim Asyari tidak akan keluar jika beliau tidak beristinbat pada Al-Quran dan Hadist Nabi. Ulama adalah pewaris Nabi.

Tanpa Resolusi Jihad tidak akan ada perang 10 November di Surabaya yang menginspirasi perang-perang lain di Indonesia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*