Sejarah Gempa Jogja dan Pantangan Yang Dilanggar Saat Ini

Daerah Istimewa Ngayogyakarta atau Jogja punya rekam jejak sebagai daerah rawan gempa. Rekam jejak sejarah gempa di Jogja harusnya menjadi acuan dalam menyusun mitigasi bencana.

Berikut ini sejarah Gempa di Jogja yang pernah terjadi dan terdokumentasikan.

Komplek istana taman sari di Ngasem, hancur karena gempa. FOTO: Tropen Museum

1. 10 Juni 1867
Pertama kali tercatat adalah gempa yang melanda pada tahun 1867. Pada saat itu, Indonesia masih dijajah oleh Belanda. Menurut catatan BMKG Yogyakarta sebanyak 372 rumah roboh di Yogyakarta dan Surakarta. Sebanyak 5 korban meninggal dunia karena gempa ini. Gempa besar ini telah merusak bangunan vital seperti Keraton, Tamansari, Beteng Vredeburg, Gedung Agung hingga Tugu Golog gilig setinggi 25 meter roboh.

2. 27 September 1937
70 tahun berlalu setelah gempa tahun 1867, Yogyakarta kembali diguncang gempa dengan kekuatan 7 skala richter dengan pusat 8,7 LS – 110,8 BT. Gempa ini telah merobohkan 2.200 rumah di Klaten, 326 rumah roboh di Prambanan, dan juga menyebabkan pipa dalam tanah terputus. Di Yogyakarta juga banyak ditemukan rumah rusak, selain itu 1 koran meninggal karena gempa ini.

3. 23 Juli 1943
Setelah 6 tahun jeda, gempa kembali mengguncang Yogyakarta dengan kekuatan 8 skala richter pada pukul 21.53 WIB. Pusat gempa ini berada di 8,6 LS – 109,9 BT. Kerusakan yang terjadi berada di Pantai Selatan Jawa Tengah. Banyak korban jiwa pada gempa kali ini, dampak rumah roboh juga lebih banyak dari tahun 1937. Sebanyak 213 orang meninggal dunia dan 2096 orang mengalami luka berat. Untuk dampak fisik, BMKG mencatat 28000 rumah rusak berat.

4. Tahun 1981
Dibanding gempa-gempa sebelumnya, gempa tahun 1981 terbilang lebih ringan dengan kekuatan 5,6 skala richter. Pusat gempa berada di 8,8 LS – 110,4 BT. Tidak banyak dampak yang dirasakan, tidak seperti tahun 1943, gempa 1981 ini walaupun getarannya cukup terasa, dari data yang didapat dampaknya hanya retak di beberapa rumah, termasuk Hotel Ambarukmo.

5. 27 Mei 2006
Gempa 27 Mei 2006 merupakan gempa dengan dampak terparah. Gempa dengan kekuatan 5,9 skala richter atau menurut United States Geological Survey kekuatan gempa sebesar 6,3 skala richter. Pusat gempa berada di 8,03 LS – 110,3 BT berada di kedalaman 11,6 km di sebelah selatan Yogyakarta. Getaran gempa terasa hingga Jawa Timur. Tak tanggung-tanggung, dampak gempa ini sangatlah parah. Gempa yang mengguncang Yogyakarta dan Jawa Tengah pada pukul 05.54 WIB ini mengakibatkan 6.652 orang meninggal dunia, 5.338 orang di Yogyakarta dan 1.314 di Jawa Tengah. Kondisi terparah menimpa Yogyakarta, ribuan bangunan hancur, bahkan di Kabupaten Bantul kerusakan mencapai 70% dengan total 71.763 bangunan rusak total.

Namun nampaknya kita tidak pernah belajar sejarah, pasca tahun 2010 bangunan menjulang tinggi semakin menjadi, aturan tidak tertulis dari para lelulur (sosok yang dianggap luhur budi pekerti) sudah tidak dianggap lagi…

larangan tidak tertulis pembangunan bangunan lebih dari tingkat 3 di sepanjang garis imajiner (Merapi – Kraton – Parangkusumo) seolah sudah dianggap tidak relevan dengan kemajuan jaman…

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*