Perbedaan Ideologi Komunis dan Sosialis

Ideologi Komunisme dan Sosialisme sering disamakan, padahal keduanya berbeda. Mereka yang berfaham sosialis belum tentu komunis, tapi berideologi komunis sudah pasti sosialis.

Ideologi sosialisme sangat populer di negara-negara Arab tahun 1980-an dengan tokohnya Saddam Hussein di Irak dan Moammar Ghadafi di Libya. Selama berkuasa keduanya menjadi musuh Amerika Serikat dan sekutunya yang berfaham Demokrasi-Kapitalis.

Tahun 2000, revolusi sosialisme juga disukai rakyat di Benua Amerika Selatan. Memunculkan pemimpin-pemimpin sosialis dj Venezuela, Bolivia dan Kuba. Tiga negara di Amerika Selatan ini mengalami peningkatan ekonomi dan politik setelah dipimpin presiden sosialis. Tapi kemudian Venezuela jatuh setelah sanksi ekonomi dari Barat.

Perbedaan Sosialisme dan Komunisme.

Dibawah komunisme, tidak ada yang namanya milik pribadi, semua properti dimiliki bersama, dan setiap orang menerima bagian berdasarkan apa yang mereka butuhkan. Pemerintah pusat memgendalikan semua aspek produksi ekonomi, dan menyediakan kebutuhan dasar warga negara, termasuk makanan, perumahan, perawatan medis, dan pendidikan. Sebaliknya, di bawah sosialisme, individu masih dapat memiliki properti, tetapi produksi industri, atau sarana utama untuk menghasilkan kekayaan, dimiliki dan dikelola secara komunal oleh pemerintah yang dipilih secara demokratis.

Perbedaan utama lainnya antara sosialisme dan komunisme adalah cara untuk mencapainya. Dalam komunisme, sebuah revolusi kekerasan di mana kaum buruh bangkit melawan kelas menengah dan dipandang menghalangi untuk mencapai negara komunis murni. Sedangkan Sosialisme adalah ideologi yang kurang kaku, lebih fleksibel. Para penganut Sosialisme mencari perubahan dan reformasi, tetapi bersikeras untuk membuat perubahan ini melalui proses demokratis dalam struktur sosial dan politik yang ada, bukan menggulingkan struktur itu.

Tidak seperti komunisme, sistem ekonomi sosialis menghargai upaya dan inovasi individu. Demokrasi sosial, bentuk paling umum dari sosialisme modern, berfokus pada pencapaian reformasi sosial dan redistribusi kekayaan melalui proses demokrasi, dan dapat hidup berdampingan bersama ekonomi kapitalis pasar bebas.

4 Komentar

  1. Orang Indonesia dengar sosialisme bawaannya jadi komunis. PSI jadi singit-singit untuk mempromosikan sosialismenya. Makanya pemimpin Indonesia isinya orang fascist semua.

    • Sosialisme memang kedengerannya lebih sopan dari komunisme, tapi pada dasarnya sama buruknya. Ide sosialisme biasanya lebih populer dikalangan non-pekerja, terutama pemuda karena mereka belum mengerti tanggung jawab dan mengandalkan harta orang lain untuk bertahan hidup. Dan asal tahu aja, fasisme itu sosialis. Mussolini dan Hitler adalah sosialis. Nama partainya saja Nationalist Socialist Party (Nazi). Saya belum cari tahu banyak soal PSI, tapi saya pernah melihat wawancara dengan ketua partainya. Sepertinya posisi mereka lebih seperti Progresif di Amerika Serikat, dan bukan sosialis murni seperti di Venezuela

    • redistribusi kekayaan secara demokratis bukan ide berbahaya seperti halnya komunisme atau sosialisme, tapi bodoh. Sekarang untuk tujuan apa redistribusi kekayaan kalau bukan karena “malas”? Sistem kapitalis menyebut bahwa orang memiliki apa yang mereka produksi. Tentunya hal tersebut membawa inovasi pada dunia. Komputer/hp tempat kamu baca artikel ini tidak akan ada kalau bukan karena kapitalisme. Sekarang pertanyaannya, apakah sekarang dokter harus mendapatkan gaji yang sama dengan tukang parkir karena redistribusi kekayaan?

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*