Pecahnya Perang Sesama Jamaah Tabligh

Umat muslim di Indonesia kembali disuguhi perang antar sesama muslim. Bedanya kali ini yang perang adalah dua kubu dari satu golongan, yaitu Jamaah Tabligh. 
Jamaah yang kegiatan utamanya berdakwah dari masjid ke masjid, dan punya pedoman untuk selalu menjauhi obrolan khilafiyah ini serta punya prinsip untuk memulyakan umat muslim. Sekarang malah berganti saling caci mencaci sesama mereka sendiri. 

Akar Masalah.

Masalah sendiri cukup menggelikan dan sepele, rebutan pemimpin, mirip dengan kerusuhan massa antar pendukung calon bupati saat pilkada.

Jadi saat ini, ada kubu Jamaah Tabligh. Pertama mereka yang setia pada Maulana Saad sebagai amir/ketua.

Sedangkan golongan kedua adalah yang tidak setuju pada Maulana Saad lalu membentuk Majlis Syura Dunia (dalam bahasa urdu disebut Syura Alami).

Awal mula perpecahan ini,

Jamaah Tabligh (JT) dirintis oleh Maulana Ilyas pada tahun 1926. Sampai beliau wafat tahun 1940, beliau menjadi amir tunggal dalam tubuh organisasi JT.

Sebagai pengganti, ditunjuklah, Maulana Yusuf yang memimpin tahun 1940 sampai beliau wafat pada tahun 1962.

Pemimpin (amir) berikutnya adalah Maulana Inamul Hasan dari tahun 1962 sampai beliau wafat pada 1996. Selama kepemimpinanya, dia didampingi oleh Maulana Zakaria Alkandahlawi yang wafat pada tahun 1982.

Saat Maulana Inamul Hasan mulai sakit-sakit tahun tahun 1995. Beliau membentuk majlis Syura untuk menggantikan tugasnya saat sakit.

Syuro tersebut adalah : 5 dr india : Maulana izhar, Maulana Zubeir, Maulana Saad, Maulana Umar phalampuri, Meyaji Mehrob, 4 dr pakistan : Syaikh Abdul Wahab, Mufti Zaenal Abidin, Maulana Said Ahmad Khan, dan Bhai Afdhol, 1 dari bangladesh : Ir. Abdul Muqit.

Setelah maulana inamul hasan wafat maka syuro yg dibentuk bernusyawarah 3 hari 3 malam utk mengeluarkan 1 nama utk menjadi amir. Namun tidak ada 1 namapun yg keluar yg siap untuk bisa dijadikan amir pengganti . sehingga syuro dunia yg dibentuk maulana inamul hasan memutuskanlah memilih 3 faishalat atau 3 amir musyawarah yaitu : Maulana Izhar, Maulana Saad, dan Maulana Zubeir.

Seiring berjalanya waktu, Maulana Izhar dan Maulana Zubeir meninggal dunia. Maka ini dengan sendirinya menjadikan Maulana Saad sebagai faishalat tunggal atau Amir Dakwah berikutnya sesuai yang diharapkan dng terbentuknya syuro dunia awal yaitu menentukan seorang Amir.

Di sinilah masalah muncul. Banyak yang tidak suka pada sosok Maulana Saad. Lalu membentuk Majelis Syura Alami.

Perpecahan ini lalu disambut pro kontra antar sesama aktifis Jamaah Tabligh dengan seru di dunia sosial media. Bahkan perdebatanya lebih panas dibandingkan antara Pro Jokowi dan Pro Prabowo.

Sungguh menyedihkan.

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*