Neo Nazi, Teroris Ekstrimis Kulit Putih Yang Sedang Berkembang Pesat

“Make America Great Again,” demikian slogan kampanye Donald Trump. Namun istilah “Amerika” di atas banyak ditafsirkan Trump sebagai orang-orang ras kulit putih, kaum utama pendiri United States Of America (USA). Trump pun mengumbar kebencian pada kaum imigran.

Donald Trump kemudian menjadi idola dan sosok terdepan dalam kampanye kaum “White Supremacy” atau yang dikenal “Neo Nazi”

Kenapa memakai Nazi? Bukan NAZI itu Jerman, musuh besar Amerika di Perang Dunia II.

Benar sekali. Ideologi NAZI tentang kemuliaan Ras Kulit Putih, sebagai kaum yang paling pintar, kaum paling mulia dll, sekarang laku dijual.

Orang-orang kulit putih sekarang ini terdesak oleh banyaknya kaum imigran dari Afrika, Arab, Turki dan Asia.

Kondisi diperparah dengan rendahnya angka kelahiran bayi pada ras kulit putih. Sedangkan para imigran mereka rajin beranak pinak.

Jika terus dibiarkan, populasi ras kulit putih akan jadi minoritas di tanahnya sendiri. Tradisi dan budayanya juga hilang tergantikan dengan budaya bangsa imigran. Kekhawatiran inilah yang memicu lahirnya, Neo Nazi. Gerakan baru berbau Nazi yang menyuarakan supremasi kaum kulit putih.

Teros di dua Masjid di Cristchurch, Selandia Baru dilakukan oleh kaum Neo Nazi. Jika tidak diantisipasi, mereka ini akan jadi gerakan teroris yang besar di dunia barat. Apalagi senjata api mudah didapatkan.

Perang sipil besar bisa terjadi di sana.

Bagaimana dengan Indonesia? Kaum Neo Nazi itu mirip dengan kaum wni yang suka teriak-teriak bahwa orang Tionghoa bukan Pribumi Indonesia yang perlu dimusuhi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*