Monumen PKI Mas Trip, Banyak Yang Salah Faham

Monumen Mas Trip adalah sebuah monumen penting yang terletak di seberang jalan Stadion Wilis Madiun.

Monumen ini terdiri dari sebuah patung yabg berdiri gagah dan sedikit diaoroma. Meskipun sekitar area jadi tempat favorit nongkrong, namun tak banyak yang faham sejarahnya.

Malahan banyak yang mengira jika sosok pahlawan yang dijadikan patung adalah orang bernama Mas Trip. Karena jalan-jalan di sekitarnya memang nama-nama Pahlawan.

Mas Trip adalah singkatan dari Markas Tentara Republik Indonesia Pelajar, Mas TRIP.

Para tentara pelajar ini dulu bermarkas di gedung yang sekarang menjadi komplek sekolah SMPN 2

Kisah heroik TRIP terjadi saat melawan keganasan PKI tahun 1948 yang memberontak di Madiun.

Pada tahun 1948, banyak faksi pejuang kemerdekaan Indonesia yang bermarkas di Kota Madiun. Diantaranya ada Pasukan Pesindo milik PKI, Laskar Hizbullah dan Pasukan TRIP ini.

PKI merasa jika arah perjuangan kemerdekaan Indonesia lebih condong ke arah Blok Barat, yaitu Kapitalisme. Mereka menuduh Bung Hatta telah berusaha menggadaikan usaha kemerdekaan Indonesia ke Eropa dan Amerika.

Karena dinilai membangkan, Laskar PKI tidak dimasukkan dalam unsur-unsur pasukan TRI yang kemudian diubah menjadi TNI.

Presiden Soekarno mengeluarkan keputusan untuk mempersatukan Tentara Republik Indonesia dengan barisan-barisan bersenjata lainya untuk menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Penyatuan itu terjadi dan diresmikan pada tanggal 3 Juni 1947.

Sayap militer PKI makin kecewa. Dengan bantuan senjata dari negara-negara komunis di ASIA. PKI melancarkan pemberontakan di Madiun.

Sasaranya adalah para laskar Hizbullah yang berbasis pesantren. Para pejabat negara sampai perangkat desa. Dan para laskar lainya termasuk TRIP ini.

TRIP adalah laskar pejuang yang paling kuat saat itu di kota Madiun, menjadi incaran serangan pertama dalam pemberontakan PKI.

21 September 1948 Markas TRIP di serang saat fajar. Serangan membabi buta dengan sasaran SMP Pertahanan ini dilakukan di pagi-pagi buta, waktu dimana sebagian besar anggota MASTRIP belum dalam keadaan siap siaga menghadapi bahaya. Bisa dibayangkan seberapa pengecutnya pemberontak PKI ini,bukan?

Moeljadi, prajurit TRIP gugur di halaman markas. Sosoknya kemudian diabadikan dalam bentuk patung. Untuk mengabadikan begitu besarnya semangat para pelajar yang berjiwa patriotik, dengan gigih dan berani menentang bahkan mengangkat senjata untuk melawan musuh pengkhianat kesatuan bangsa, mengikis habis terhadap pemberontakan Komunis di Indonesia.

Sedangkan beberapa anggota TRIP lainya dieksekusi di Desa Kresek Kabupaten Madiun bersama TNI juga banyak tokoh dan ulama. Di komplek Monumen Kresek.

Untuk mengenangnya, diabadikanlah dengan sebuah monumen Perjuangan MASTRIP yang berada di Jalan Mastrip berupa Patung Moeljadi berdiri tegak mengangkat senjata.

Pemberontakan PKI di Madiun sendiri akhirnya berhasil ditumpas habis dengan bantuan Pasukan Siliwangi dari barat dan Pasukan Hizbullah dari arah Timur.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*