Main Lawan PSS Sleman Di Kandang Itu Berat, Harus Kuat Mental

Pertandingan perdana Liga 1 antara PSS Sleman melawan Arema FC sempat ditunda karena terjadi kericuhan. Bentrokan antara supporter tamu dengan aparat keamanan itu pun bisa direda dan dilanjutkan dengan kemenangan PSS 3:1.

Ini bukan kali pertama tim ataupun supporter tamu berulah di Stadion Maguwoharjo kandangnya PSS Sleman. Sebelumnya, pernah terjadi para pemain asal Persinga Ngawi menyerang Wasit dan Hakim Garis di gelaran ISC B 2016.

Di Liga 2 2018, pemain dan kru asal Kalteng Putra dan Madura FC juga sempat mengamuk.

Lalu apa penyebab tim tamu mudah marah di Stadion Maguwoharjo ini?

Jawabanya adalah soal tekanan. Mereka tidak kuat mental bertanding di dalam stadion yang penuh dengan sorakan suara supporter selama 90 menit pertandingan tanpa putus. Apalagi supporter PSS Sleman adalah satu-satunya di Indonesia yang bisa one chant one stadium, satu stadion satu suara satu lagu.

Apa yang dialami tim tim tamu saat bertanding di Sleman sama persis dengan yang dialami timnas Indonesia jika bertanding di negeri sendiri. Tekanan dari supporter, bikin emosi pemain naik yang ujung-ujungnya otak enggak dipakai.

Kasus terbaru saat Suporter Aremania bikin kerusuhan adalah contoh suporter yang “ngiri” dengan suasana atmosfer Stadion Maguwo lalu bikin kerusuhan.

Ya mungkin ngiri karena gak bisa bikin koreo sebagus mereka, atau ngiri karena seisi stadion bisa “one chant” atau penyebab lainya.

Buktinya, saat supporter Sleman bikin koreo malah dibalas jari tengah oleh Aremania.

Jadi buat tim tamu, siapkan mental jika main di Sleman.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*