Korupsi Dana Desa Buat Karaoke, Kades Pilihan Rakyat Dituntut 6 Tahun Penjara

MEDAN – Kades Korupsi Dana Desa Suka Jaya Kabupaten Batu Bara, Arifin (50) senilai Rp 599 dituntut tinggi 6,5 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) David Prima di Pengadilan Tipikor Medan, Jumat (29/11/2019).

Bahkan tak tanggung-tanggung Jakda David juga membebankan denda kepada terdakaa sebesar Rp 200 juta dengan subsider 3 bulan kurungan.

“Juga menuntut terdaka membayarkan Uang Pengganti (UP) senilai Rp 599.524.788 Juta. Dan apabila tidak dibayarkan akan diganti penjara selama 3 tahun 3 bulan,” tegasnya.

David menjelaskan terdakwa terbukti melanggar Pasal 2 ayat 1 Jo. Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah dirubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan tindak Pidana Korupsi.

Ia menerangkan bahwa tuntutan tinggi tersebut karena terdakwa belum ada mengembalikan kerugian negara.

“Serta Hal-hal yang memberatkan perbuatan terdakwa sebagai kepala desa tidak mencerminkan pejabat negara bebas KKN. Juga tidak sejalan dengan program pemerintah untuk mensejahterakan desa dengan bantuan dana desa tersebut,” ungkapnya.

Bahkan David juga menjelaskan dalam fakta persidangan terungkap bahwa terdakwa menggunakan uang hampir mencapai Rp 600 juta tersebut untuk foya-foya.

“Jadi pengakuan dia di persidangan, dipakai untuk karokean dan foya-foya. Istri terdakwa juga ada dua,” cetusnya.

Sementara, terdakwa seusai sidang tampak ketakutan dia terus menutupi wajahnya dengan kamera. Saat ditanya dengan tuntutan tersebut terdakwa malah menjawab kepalanya sedang sakit.

“Saya tidak tahu, uang kemarin saya pakai untuk keperluan, sudahlah kepala saya lagi sakit. Kepala saya lagi sakit ini,” tutur Kades Arifin.

Sumber: Tribun Medan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*