Jejak Ibukota Kerajaan Mataram Kuno Di Maospati Magetan

Di abad ke-8 masehi atau sekitar tahun 700an masehi. Kerajaan Medang atau Mataram Kuno yang pusat pemerintahanya di daerah Mataram, sekitar wilayah Jogja, terkena musibah letusan gunung Merapi.

Pu Sindok kemudian memindahkan istana Medang ke wilayah Jawa Timur sekarang. Dalam beberapa prasastinya, ia menyebut kalau kerajaannya merupakan kelanjutan dari Kerajaan Medang di Jawa Tengah. Misalnya, ditemukan kalimat Kita prasiddha mangraksa kadatwan rahyangta i Bhumi Mataram i Watugaluh.

Ia membangun ibu kota baru di daerah Tamwlang (prasasti Turyan, 929). Kemudian istana dipindahkan ke Watugaluh (prasasti Anjukladang, 937). Baik Tamwlang maupun Watugaluh diperkirakan berada di sekitar daerah Jombang sekarang.

Dari Watugaluh Jombang Pindah ke Wwotan, Magetan.

Tahun 991, Raja Dharmawangsa Teguh naik tahta, raja ke-4 setelah Pu Sindok. Dia memindahkan Ibukota Kerajaan Medang ke daerah Wwotan yang sekarang merupakan daerah Maospati, Magetan.

Pada Tahun 992 M, Raja baru ini menyerang kerajaan Sriwijaya di Sumatra, serangan tersebut berhasil. Namun tahun 997 kekuatan Medang berhasil diusir oleh Sriwijaya.

Tahun 1016 M, giliran Sriwijaya yang menyerang balik kerajaan Medang. Peristiwa tersebut disebut sebagai Mahapralaya.

Sriwijaya menyerang saat Raja Dharmawangsa tengah mengadakan pesta pernikahan putrinya dengan Pengeran Airlangga, Putra Raja Udayana dari Bali. Seluruh anggota kerajaan tewas, hanya Airlangga dan Mpu Narotama yang berhasil lolos kabur ke daerah Giriwana.

Sejak peristiwa itu, daerah tersebut bernama “Maospati” tempat terjadinya kematian.

Artefak peninggalan.

Di daerah Maospati. Setidaknya terdapat 3 situs berupa prasasti. Ada Prasasti Sendang Kamal di desa Kraton, Parasati Kutu di Desa Sumberejo dan Prasasti Tegalturi di desa Mranggen.

Prasasti Sendang Kamal

Prasasti Kutu di Sumberejo

Prasasti Tegalturi di desa Mranggen

Berikut video vlognya gan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*