Hasil Pemilu 2019, Sinyal Partai Demokrat Sedang Sekarat

Selan cerita tentang tidak adanya partai baru yang lolos ke Senayan di pemilu 2019, ada juga kisah tentang sekaratnya Partai Demokrat di tahun pemilu kali ini.

Ada 3 sebab yang bikin Partainya SBY ini mengalami penurunan suara paling anjlok dibanding partai lainya. Dari 10% turun ke 7%.

Pertama, sikapnya yang nonblok. Ibarat pepatah, Gajah bertarung dengan Gajah, pelanduk mati ditengah-tengah. Jokowi dan Prabowo bertarung, SBY linglung bingung.

Selama pilpres 2019, semua orang juga sudah paham sikap politik PD yang ling-lung dalam mendukung salah satu capres. Persis seperti SBY saat menjabat presiden yang tidak berani ambil keputusan soal harga BBM, dari rencana mau dibatasi pakai RFID sampai tahun pembuatan, sampai lengser juga akhirnya gak dieksekusi.

Sikap abu-abu kayak Lucinta Luna ini bikin simpatisan Partai Demokrat yang Pro Prabowo maupun Pro Jokowi kabur.

Kedua, suhu panas di internal partai karena bumbu P1 dan P2.

Kutukan anak kedua sedang dialami oleh P2. Dia yang selama ini bekerja, membesarkan partai dan menyelamatkan partai sebagai Sekertaris Jenderal. Tiba-tiba ada kolonel P1 yang masuk ke dalam partai dengan jabatan yang sebelumnya tidak ada dalam AD/ART Partai.

Wajar jika P2 kemudian mulai menyeleksi siapa saja petinggi partai yang loyal padanya. Siapapun yang bersimpati pada P1, maka dicoret dari daftar caleg.

Ketiga, sistem kaderisasi yang amburadul.

Selama membina PD, SBY melupakan proses kaderisasi anggota partai. Dia terlena dengan sistem laporan ala militer yang serba siap bos. Tanpa melakukan pendidikan kader dari tingkat bawah.

AHY yang baru masuk sebenarnya sudah memulai dengan Akademi Demokrat, namun sekali lagi, ada P2 yang tidak terlalu suka dengan gerak-geriknya yang mencoba mengambil alih kendali Kantor pusat PD.

Kelima, tagline kampanye yang amburadul

Di awal kampanye, PD dengan pd memakai tagline #demokrat menang AHY Presiden 2024 ada juga #AHYFor2024. Lancang sekali mencalonkam AHY jadi capres di 2024, bukankah elu di kubu Prabowo. Klo Prabowo menang, sudah pasti 2024 dia macung lagi.

Harapanya.

Semoga AHY mendapat jatah kursi menteri dari Presiden terpilih 2019-2014. Agar EBY bisa fokus memperbaiki internal partai yang telah banyak ditinggalkan anggota partai potensial seperti TGB, Vena Melinda dll.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*