Begini Kondisi Ekonomi Palestina

Pada dasarnya perekonomian Palestina cukup bergantung dari bantuan luar negeri, The Guardian mengatakan pada bahwa pada tahun 2012 otoritas Palestina menerima $800 Juta (Rp11,7 Triliun) dari $1 Miliar yang diharapkan dalam dukungan anggaran langsung dari beberapa negara. Penurunan bantuan internasional disebut sebagai salah satu alasan utama penurunan PDB Tepi Barat pada awal 2013, untuk pertama kalinya dalam satu dekade. Pada tahun 2011, satu satunya donor terbesar untuk Palestina adalah Amerika Serikat diikuti oleh Uni Eropa yang masing-masing memberikan $ 281 Juta (Rp4,12 Triliun) dan $ 206 Juta (Rp3 Triliun).Pendudukan Israel semakin merusak ekonomi Palestina dengan jaringan pos pemeriksaan dan penghalang jalan yang rumit yang menyulitkan orang Palestina untuk bepergian di dalam wilayah mereka untuk bekerja, bank, atau berdagang. Sebuah studi dari Bank Dunia menemukan bahwa blokade Israel di Tepi Barat merugikan ekonomi Palestina sebesar $3,4 Miliar (Rp49,8 Triliun) setahun atau 35% dari PDBnya. Pengangguran sangat tinggi di Tepi Barat dan Jalur Gaza di mana hampir 1 dari 4 orang dewasa menganggur. Dilain pihak, tingkat korupsi di Pemerintah Palestina juga tinggi, termasuk penggelapan, pencucian uang, penipuan, dan eksploitasi jabatan untuk keuntungan pribadi. Yang terlibat dalam kejahatan tersebut adalah pegawai eselon tinggi, seperti kepala bagian pemerintahan, yang bersekongkol dengan pegawai tingkat bawah dan menengah. Diaspora Palestina di luar negeri juga berpengaruh besar dalam kemajuan ekonomi Palestina, laporan IMF pada tahun 2010 mengatakan bahwa ada uang sebesar $431 Juta (Rp6,31 Triliun) ditransfer oleh diaspora Palestina yang bekerja di luar negeri.Sumber : https://www.quora.com/Who-takes-care-of-the-economy-of-Palestinehttps://www.theguardian.com/global-development/poverty-matters/2012/oct/18/should-palestinians-boycott-international-aidhttps://www.google.com/amp/s/amp.theguardian.com/news/datablog/2013/oct/14/palestine-economy-how-does-it-work

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*