Arti Ramadhan Secara Harfiah

Ada satu kajian yang menarik menjelang berbuka puasa kemarin sore di Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi bersama Habib Jufri terkait pembahasan arti dari kata Ramadhan berdasarkan huruf-huruf yang menyusun kata tersebut.

Jika kata Ramadhan dipecah berdasarkan huruf yang membentuknya maka akan kita dapatkan 5 huruf (رمضان » ر م ض ا ن) yang jika dibahas arti perhurufnya maka akan diperoleh arti sebagai berikut.

Huruf Ra (ر) berarti Rahmat. Sebagaimana kita maklumi dari pesan Rasulullah bahwa bulan Ramadhan dibagi menjadi 3 bagian; 10 hari pertama adalah Allah buka pintu rahmat seluas-luasnya. Ibadah sunnah dinilai sebagaimana pahala ibadah wajib. Ibadah wajib Allah balas berlipat kali pahala dibandingkan bulan selain Ramadhan.

Bahkan seorang yang tidur pun daripada melakukan perkara tidak patut saat berpuasa, Allah catat sebagai ibadah. Sudah seharusnya kita terus mengejar rahmat-Nya dengan memperbanyak kebaikan, karena rahmat itulah satu-satunya yang dapat menyelematkan kita di hari kiamat dan beroleh ridho-Nya.

Huruf Mim (م) berarti maghfirah, atau ampunan. 10 hari kedua di bulan Ramadhan sebagaimana kelanjutan hadits Rasul di atas, Allah buka pintu ampunan seluas-luasnya. Karena salah satu arti dari kata Ramadhan sendiri berarti membakar. Puasa Ramadhan sebagai pembakar dosa orang-orang beriman.

Di riwayat yang lain Rasul juga berpesan, “Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap ridha Allah, maka akan dihapus dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq ‘Alaih)

Huruf Dhod (ض) berarti Dhiman minan nar, dijamin selamat dari api neraka. 10 hari ketiga dari Ramadhan sebagaimana kelanjutan dari hadits di atas adalah dibebaskan dari api neraka.

Siapa yang dapat melalui hari demi hari selama Ramadhan dengan baik maka akan dijamin dibebaskan dari api neraka, yang berarti Allah siapkan baginya surga.

Huruf Alif (ا) berarti Aman min-an-nar, aman dari siksa neraka. Puasa sebagaimana Rasul SAW pesan juga sebagai perisai atau pelindung orang beriman dari keburukan dan dosa, juga perisai dari api neraka. Semakin baik puasa seorang, semakin kuat juga perisai yang melindungi dirinya. Namun demikian pula berlaku sebaliknya.

Rasulullah juga mengingatkan bahwa selama bulan puasa ditutup rapat oleh Allah pintu-pintu neraka dan dibuka selebar-lebarnya pintu surga. Sungguh rugi mereka yang enggan masuk pintu surga padahal sudah terbuka lebar. Namun, malah mengetuk pintu neraka yang sudah tertutup rapat karena enggan mengerjakannya.

Terakhir, huruf Nun (ن) yang berarti Nurullah wahidul qohhar, Cahaya Allah Yang Esa. Tujuan akhir dari puasa dan nikmat tertinggi dari seorang mukmin yang berpuasa adalah kelak dapat melihat cahaya Allah di surga.

Bahkan salah satu pintu di surga pun telah Allah siapkan khusus untuk orang yang berpuasa dengan nama “Royyan“. Selama berpuasa pintu itu seakan memanggil orang mukmin yang berpuasa untuk memasukinya, hingga akhirnya dapat melihat cahaya Allah sebagai kenikmatan tertinggi di surga-Nya. Allahu a’lam

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*