Abdullah Bin Zaid, Sahabat Nabi Yang Memimpikan Suara Azan

ilustrasi gambar azan dan muazin

Sampai hijrah di Madinah, Umat Muslim pada masa itu belum memiliki tanda atau seruan sebagai tanda waktu masuknya Sholat.

Umat Nashrani memakai lonceng dan Umat Yahudi memakai terompet sebagai seruan waktu beribadah. Adapun umat Islam yang sebagian besar sudah tinggal di Yatsrib/Madinah belum memiliki tanda tersebut.

Suatu haru Abdullah bin Zaid bin Tsa’labah mendatangi Nabi Muhammad dan menceritakan perihal mimpinya tentang Azan.

Sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadist. Zaid berkata, “Di Pagi hari aku menemui Rasulullah dan kuceritakan mimpiku semalam. Beliau lalu bersabda, ‘ini adalah mimpi yang benar. Berdirilah bersama Bilal, karena dia memiliki suara yang lebih lantang. Lalu, sampaikan kepadanya apa yang diucapkan padamu (dalam mimpi) dan serukanlah kalimat-kalimat itu.”

Ketika mendengar suara Bilal yang berseru mengajak tersebut, Umar bin Khattab bergegas menemui Rasulullah dan berkata, “Wahai Rasulullah, sungguh indah kalimat-kalimat tersebut aku seperti sudah pernah mendengar sebelumnya”

Rasulullah menjawab, “Hanya bagi Allah segala puji! seperti itulah susunan kalimat (Adzan) ini”

Abdullah bin Zaid wafat pada tahun 32 Hijriah.

 

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*