Corona Belum Usai, Lagi – Lagi China Terancam Serangan Jutaan Belalang dari Afrika

BEIJING – Serangan dari jutaan kawanan belalang yang berasal dari Afrika tengah mengancam China yang terjadi di tengah wabah virus Corona ( Covid-19 ), yang saat ini data dari Komisi Kesehatan China memberitakan bahwa virus Corona telah menjangkiti 77.150 jiwa dan 2.592 korban jiwa yang meninggal dunia.

Wabah tersebut dapat membuat jutaan orang di Afrika mengalami krisis pangan dan dapat juga menimbulkan ancaman bagi wilayah yang berada di selatan China pada musim panas tahun ini.

Melansir dari China Daily, menurut Zhang Zehua, seorang peneliti dari Institut Perlindungan Tumbuhan dan Akademi Ilmu Pengetahuan Pertanian China, diperkirakan kemungkinan besar Provinsi Yunnan dan Sichuan, serta daerah otonom Guangxi Zhuang akan terpengaruh oleh wabah belalang tersebut.

” Sangat tidak dimungkinkan belalang gurun akan bermigrasi secara langsung ke daerah pedalaman China, tapi jika wabah belalang gurun di luar negeri terus berlanjut, maka kemungkinan besar belalang memasuki wilayah China pada Juni atau Juli akan meningkat secara tajam,” kata Zhang.

Zhang juga mengatakan bahwa daerah penyebaran belalang gurun adalah daerah perbatasan antara daerah otonomi Tibet dan negara – negara Pakistan, India dan Nepal.

” Namun, Dataran Tinggi Qinghai – Tibet dapat difungsikan sebagai perisai dari serangan belalang gurun, sehingga ada sedikit kemungkinan bahwa kawanan belalang dapat berbondong – bondong menyerang daerah pedalaman China,” tambah Zhang.

Pada bulan Januari, Kawanan belalang telah tiba di Djiobouti dan Eritrea dan sekarang ini menyeber ke Tanzania dan Uganda, yang mengancam ketahanan pangan da mata percaharian jutaan orang.

Food and Agriculture Organization ( FAO ) atau Organisasi PBB dibidang pangan dan pertanian sebelumnya pernah menyatakan bahwa beberapa negara di Afrika juga mengalami salah satu wabah belalang terparah dalam beberapa dekade.

FAO memperingatkan wabah itu akan menyebabkan kerusakan signifikan pada pasokan pangan negara-negara itu, bahkan mengakibatkan kelaparan di wilayah tersebut.

FAO memperingatkan bahwa wabah itu dapan menyebabkan kerusakan yang signifikan pada pasokan pangan negara – negara tersebut, bahkan dapat juga mengakibatkan kelaparang di wilayah tersebut.

Menurut FAO, migrasi hama belalang paling berbahaya di dunia. Satu belalang dapat menempuh jarak sejauh 150 kilometer dan segerombolan kecil belalang dapat mengonsumsi makanan yang cukup untuk memberi 35.000 orang dalam satu harinya.

Somalia menjadi negara yang pertama di Afrika yang mengumumkan keadaan darurat terkait wabah belalang tersebut, karena Ethiopia, Sudan Selatan, Kenya, dan Uganda juga telah mengalami wabah belalang yang parah.

Sebuah laporan menyatakan bahwa pada bulan Juni 2020 jumlah serangga tersebut dapat tumbuh 500 kali lipat di seluruh Tanduk Afrika.

1 Trackback / Pingback

  1. Pedagang Empon-Empon Diuntungkan Karena Corona | Musabab.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*